
DENPASAR, Kilasbali.com – Sebanyak 62 karateka dari Inkanas Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti Gashuku Regional dan Ujian DAN dengan tema Inkanas Emas, yang berlangsung selama empat hari, dari tanggal 23-26 Januari 2019 di Hotel Viking Denpasar.
Ketua Majelis Sabuk Hitam Provinsi Bali, Bali Santono mengatakan, kegiatan PB Inkanas Pusat yang dilaksanakan di Regional IV, Bali, NTB, dan NTT. “Peserta itu 62 orang, terdiri dari sabuk coklat ke sabuk hitam DAN I, DAN I ke DAN II, serta DAN II ke DAN III,” jelas Bali Santono, Rabu (23/1/2019).
Menurutnya, sesuai dengan tema tersebut, PB Inkanas ingin mewujudkan atlet-atlet karate yang berkualitas dengan harapan, para atlet tersebut mampu meraih emas di setiap even yang diikutinya. “Untuk ujian sendiri akan diadakan pada tanggal 26 Januari ini di Gedung Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Bali, di Renon, Denpasar,” bebernya.
Sedangkan untuk di Hotel Viking sendiri yang berlangsung selama tiga hari, tambah Bali Santono, yakni Gashuku yang merupakan penggodokan mental, pembenahan tehnik, dan penguasaan dari pada materi perkaratean. “Jadi dari tanggal 23 sampai dengan 25 Januari ini, adalah pembekalan untuk menghadapi ujian,” sebutnya.
Penilaian sendiri, lanjut Bali Santono, mulai dari tehnik dasar Ki Hong, Komitte, dan Kata dengan dinilai langsung dari Dewan Guru yang didatangkan langsung dari Jakarta, Sekretaris Dewan Guru PB Inkanas, Sensei Samsul Bahar, Anggota Dewan Guru dari NTB, Sensei Burhanudin, dan Wakil Dewan Guru asal Bali, Sensei I Gusti Putu Anindya Putra.
Sensei I Gusti Putu Anindya Putra menambahkan, kegiatan ini merupakan untuk wilayah Nusa Tenggara. Di mana peserta dalam mengikuti kegiatan ini sangat selektif. “Jadi ada waktunya dia ujian. Harus memenuhi kreteria, mulai dari tehnik maupun usia, sehingga tidak bisa semuanya ikut Gashuku Regional dan Ujian DAN ini,” jelasnya.
Sensei Anindya menambahkan, pembatasan serta penyesuaian peserta tersebut agar para karateka yang mengikuti kegiatan ini mampu mempertanggujawabkan kenaikan tingkat. “Jadi kualitas dan integritas dari hasil ujian ini sangat baik, apalagi di seluruh Indonesia juga melakukan hal yang sama,” bebernya. (jus/*KB).

















