Sampoerna Luncurkan Program Pengembangan Pasar bagi UMKM

JAKARTA, Kilasbali.com – PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna), melalui program Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) bekerjasama dengan Business & Export Development Organization (BEDO), mitra tanggung jawab sosial perusahaan, meluncurkan Program Pengembangan Pasar untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sejumlah provinsi di Indonesia.
Seperti, di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, serta Provinsi Sulawesi Tenggara sejak akhir Mei 2023.
Saat ditemui Senin (13/6), Kepala Urusan Eksternal Sampoerna Ishak Danuningrat menjelaskan, SETC merupakan salah satu program keberlanjutan Sampoerna di bawah payung program Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) berupa pusat pelatihan kewirausahaan terpadu di Pasuruan, Jawa Timur. Pada awal program, SETC dan BEDO melakukan pemetaan dan pengelompokan para pelaku UMKM binaan yang membutuhkan pendampingan serta dukungan konektivitas potensi pasar yang sesuai dengan skala usaha masing-masing.
Berdasarkan pemetaan dan pengelompokan ini, terpilih 45 UMKM yang mengikuti Program Pengembangan Pasar, setelah mengikuti uji kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan pelatihan untuk pelatih atau training of trainers pada 29-31 Mei 2023 lalu. Melalui tahap ini, para pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia pada bidang tertentu, serta meningkatkan daya saing dan produktivitas tenaga kerja di Indonesia.
“Semoga para pelaku UMKM binaan dapat memetik manfaat dari rangkaian pelatihan ini. Melalui payung program keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia, Sampoerna mendukung upaya pemerintah mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui komitmen berkelanjutan terhadap pemberdayaan dan pembangunan kapabilitas UMKM di Indonesia,” harap Ishak Danuningrat.
Sejak tahun 2007, program SETC memberikan pembinaan dan pengembangan kapasitas yang komprehensif untuk beragam UMKM. Kegiatan SETC meliputi pelatihan hard skill maupun soft skill untuk kewirausahaan dibidang budi daya pertanian, peternakan dan keterampilan lainnya, riset terapan, pendampingan dan jejaring pasar, konsultasi usaha, serta pengembangan jejaring UMKM di seluruh Indonesia.
Salah satu pelaku UMKM binaan Sampoerna, Ruth Krisnaningrum, pemilik usaha “Pia Manna” di Pasuruan, tampak antusias mengikuti program yang berdurasi tiga hari ini dan menerima wawasan kewirausahaan yang baru dan berguna bagi pengembangan usahanya. “Terima kasih kepada SETC dan BEDO yang memberikan kesempatan, sehingga saya bisa meningkatkan ilmu yang saya dapatkan,” ujar Ruth, yang bergabung dengan SETC sejak 2016.
Ellida Pande, pemilik usaha “Padma Herbal” di Bali, mengatakan bahwa sejak bergabung dengan SETC pada 2018, dia memeroleh berbagai ilmu kewirausahaan, termasuk pemasaran daring. ”Semoga dengan sertifikasi dari BNSP, keahlian saya dapat diakui dan bisa menyalurkan semua ilmu yang saya dapat dari program sebelumnya untuk UMKM dampingan Sampoerna Untuk Indonesia SETC. Terima kasih kepada SETC dan BEDO yang memberikan kesempatan yang luar biasa ini,” kata Ellida.
Qoriatul Hayati, pemilik usaha ”Lampung Ethnica” yang memproduksi kain tenun tapis dan produk turunannya, menuturkan, melalui materi yang diberikan mampu menginspirasinya untuk mengembangkan bisnisnya hingga ke mancanegara, salah satu materi yang berkesan adalah terkait pelatihan ekspor produk.
”Saya mengaplikasikan materi-materi yang diberikan pada usaha saya, sehingga berdampak pada penjualan produk yang meningkat dan memasuki pasar di Asia,” jelas Qoriatul, yang bergabung menjadi binaan SETC sejak 2019. (Kb/djo)

















