Ekspor Perhiasan Selama Pandemi Naik

DENPASAR, Kilasbali.com – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, selama masa pandemi Covid-19 ekspor perhiasan naik. Hal tersebut diungkapkan Menko Perekonomian di Denpasar, Minggu (23/8/2020).
“UMKM potensi ekspornya kan ada, seperti perhiasan, kopi, juga yang lain. Dengan situasi pandemi ini jadi kesempatan untuk mengekspor, secara nasional ekspor jewelery itu naik,” ucapnya.
Di lain sisi, Airlangga menambahkan pemerintah telah menganggarkan penanganan Covid sebesar Rp 695 triliun dan alokasi UMKM sebesar Rp 123,46 triliun karena yang terdampak terbesar adalah sektor UMKM. Dari 64,19 juta pengusaha UMKM penyerapan tenaga kerja 97 persen secara nasional.
“Tentu kita berharap bahwa mereka masih membutuhkan modal kerja, perbankan masih bisa mendukung lagi. Resiko kredit di Bali dibandingkan yang secara nasional lebih rendah,” jelasnya.
Terkait pariwisata di Bali, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan yang sudah tes berbasis PCR sebanyak 33.881 orang. Kalau diambil rasionya per satu juta penduduk sudah di tes 16.349 orang.
“Jadi Bali untuk standar tes sudah masuk dalam standar WHO yang secara global telah sembuh 67,88 persen dengan mortality rate 3,49 persen. Sehingga Bali siap menerima tamunya kembali,” imbuhnya.
“Ini juga baik, bahwa produktifitasnya tinggi. Yang paling penting pergerakan setelah kunjungan, kepercayaan dan keyakinan bahwa Bali secara kesehatan berdasarkan standar WHO jauh lebih tinggi. Dan juga terkait testing dan tracing masuk rata-rata WHO yang satu juta diatas 14 ribu. Tentu diharapkan ini bisa mendorong,” pungkasnya. (sgt/kb)

















