
DENPASAR, Kilasbali.com – Wakil Gubernur (Wagub) Bali Nyoman Giri Prasta menjadi calon tunggal Ketua Umum KONI Bali masa bakti 2026-2030.
Karena dua kandidat lainnya, yakni Ketua KONI Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan dan Ketua Bidang Dana KONI Bali, Anak Agung Ngurah Maha Diptha memilih tidak melanjutkan proses pendaftaran alias mundur.
Hal itu terungkap saat Giri Prasta pengembalian formulir pendaftaran ke Tim Penjaringan dan Penyaringan di Sekretariat KONI Bali di Denpasar, Senin (9/3). Pengembalian berkas itu diterima Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan, Maryoto Subekti.
Giri Prasta menegaskan bahwa dirinya bakal membawa organisasi KONI Bali ini lebih profesional, solid, dan mandiri. “Pembinaan pelatih dan atlet sekarang ini sudah bagus. (Namun, red) evaluasi internal, pengurus, venues, hingga sarana dan prasarana,” tegasnya.
Wagub asal Bumi Keris Badung ini menjelaskan, jika dirinya dipercaya menakhodai KONI Bali empat tahun ke depan, bakal melakukan berbagai hal. Salah satunya persiapan menuju PON tahun 2028 di NTB/NTT. Mengingat dalam ajang nasional itu, bakal mempertandingkan cabang olahraga Olimpiade saja. “Kita akan melakukan Pelatda,” ungkapnya.
Selain itu, atlet yang meraih emas bakal digembleng dengan maksimal untuk mempertahankan raihan tersebut. Sedangkan potensi lainnya akan terus diupayakan, termasuk juga rencana mendatangkan pelatih nasional maupun internasional. “Jadi agar tidak jago kandang,” tegasnya.
Giri Prasta juga menegaskan bahwa dirinya siap menerima saran dan masukan dari berbagai pihak. Termasuk juga para atlet dan pelatih. Karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengar. ”Atlet dan pelatih tidak ada yang mengeluh,” ujarnya.
Skema berikutnya, lanjut dia, yakni mengandeng publik, swasta, dan juga pemerintah. Setiap cabang olahraga ke depannya diharapkan terdapat ‘bapak angkat’ dari publik maupun swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). “Kalau atlet berprestai, bani ngemaang pipis (berani memberi uang, red) pribadi, kanggoang bedik (sedikit, red),” pungkasnya.
Sementara itu, Oka Darmawan dan Agung Maha Diptha yang sebelumnya mengambil formulir pendaftaran menyatakan tidak akan melanjutkan alias mundur. “Saya tidak melanjutkan pendaftaran, kami sampaikan langsung untuk Pak Wagub agar memimpin KONI Bali,” kata Agung Maha Diptha.
Hal senada juga disampaikan Oka Darmawan. Dirinya tidak melanjutkan mengisi formulir. “Olahraga Bali kami percayakan kepada Pak Giri,” singkatnya. Dengan mundurnya dua kandidat ini, maka secara otomatis Giri Prasta bakal menjadi calon tunggal sebagai Ketua Umum KONI Bali dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov) yang akan digelar pada 23 Maret 2026. (jus/kb)

















