SIDAYA di Bali: Babak Baru Menuju Lansia Sehat dan Bermartabat

DENPASAR, Kilasbali.com — Bali menjadi salah satu daerah yang memberikan kontribusi penting melalui inovasi edukasi dan pemberdayaan lansia berbasis desa.
Upaya meningkatkan kualitas hidup lansia di Bali memasuki babak baru dengan diluncurkannya Program Lansia Berdaya (SIDAYA) di Desa Tegal Harum, Denpasar, Kamis (4/12).
Program ini hadir sebagai langkah strategis Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam menghadapi fenomena penuaan penduduk yang semakin nyata, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih menegaskan bahwa Bali kini memasuki fase ageing population dengan jumlah penduduk lansia mencapai 14,80%, sementara Denpasar berada pada angka 12,67%.
Ia menekankan bahwa lansia yang sehat dan produktif dapat menjadi kekuatan besar bagi pembangunan, namun tanpa pengelolaan yang tepat, kondisi ini berisiko menjadi beban bagi keluarga dan negara.
Peluncuran ini juga menandai pencapaian Desa Tegal Harum sebagai desa pertama di Bali yang menyelenggarakan Sekolah Lansia Wreda Harum Mahotama dan berhasil mencapai Standar 2 (S2)—pencapaian pertama di Provinsi Bali.
Sekolah lansia tersebut tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendorong keterlibatan sosial, meningkatkan kemampuan fungsional, serta menciptakan lingkungan yang mendukung penuaan sehat dan aktif.
Melalui SIDAYA, tiga pilar active ageing diperkuat: lansia sehat melalui layanan kesehatan dan pendampingan, lansia aman dengan dukungan lingkungan dan jaminan sosial, serta lansia berpartisipasi melalui kegiatan sosial yang mendorong peran aktif lansia dalam komunitas.
Program ini juga menjadi bagian dari Quick Win BKKBN 2025 dalam mempercepat peningkatan kualitas hidup keluarga. (jus/kb)

















