
DENPASAR, Kilasbali.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Denpasar Antari Jaya Negara menerima bantuan dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster dalam rangkaian kegiatan “Ketua TP PKK Provinsi Bali Menyapa dan Berbagi”, Selasa (27/7/2021) di Gedung Jaya Sabha.
Antari Jaya Negara menerima 1 ton beras masing-masing kemasan seberat 20 Kg untuk 50 orang penerima dari balita gizi buruk, ibu hamil, penyandang disabilitas, lansia dan kader PKK kurang mampu.
Di samping itu bantuan datang dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali sebanyak 10 paket makanan tambahan bagi balita gizi buruk, serta 50 paket bingkisan bagi balita gizi buruk, ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas dan kader PKK kurang mampu.
Bantuan dari Rumah Sakit Bali Mandara yakni 10 paket vitamin, susu, kain untuk lansia kurang mampu. Bantuan dari IBI Bali, Yayasan Kartini Bali dan Politeknik Kesehatan Kartini Bali 10 paket bingkisan berupa susu, juice, dan sayuran bagi ibu hamil.
Antari Jaya Negara didampingi Wakil Ketua TP PKK Ayu Kristi Arya Wibawa, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ida Bagus Alit Wiradana, serta Ketua TP PKK masing-masing kecamatan langsung menyalurkan ke rumah kader PKK kurang mampu, lansia, balita dan penyandang disabitas yang berada di empat kecamatan.
Antari Jaya Negara menjelaskan pihaknya bersama Ketua TP PKK Kecamatan, desa/lurah telah mendata terkait dengan kader PKK kurang mampu, lansia dan balita yang membutuhkan makanan tambahan.
Jumlah sasaran penerima yang tersebar di empat kecamatan meliputi 10 orang balita gizi buruk, 10 orang ibu hamil KEK, 10 penyandang disabilitas, 10 orang lansia kurang mampu, dan 10 kader PKK kurang mampu.
“Tentu bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat penerima, terlebih dalam masa pandemi saat ini,” katanya.
Antari Jaya Negara juga mengingatkan kepada masyarakat penerima bantuan untuk tetap disiplin prokes. Physical distancing tetap diberlakukan dengan menjaga jarak, menggunakan masker, untuk mencegah penyebaran covid-19.
“Tidak sulit menerapkannya, hanya membutuhkan kedisiplinan yang kuat. Karena hanya dengan kedisiplinan yang kuat, kita dapat mencegah penyebaran covid-19,” pungkasnya. (kb/rls)

















