
DENPASAR, Kilasbali.com – Pasca tertimpa pohon ancak akibat hujan deras disertai angin kencang awal Desember 2018 lalu, Kalangan Ratnakada, Taman Budaya Bali (Art Centre), rusak parah. Sayangnya, hingga kini kalangan tersebut belum juga diperbaiki.
Meski kejadiannya cukup lama berlalu, seolah dibiarkan, namun kondisinya sangat mengkhawatirkan bagi keselamatan orang. Pasalnya, hingga kini belum ada tanda – tanda perbaikan. Padahal kalangan Ratnakanda ini kerap digunakan masyarakat umum terutama para pelajar melaksanakan latihan berkesenian.
Seperti yang diungkapkan salah seorang warga Sudarsana menyebutkan, beberapa tiang terlepas kondisinya miring. “Kondisi tiang penyangga ini sangat berbahaya, sewaktu – waktu bisa roboh , terutama bagi pelajar yang kerap berlatih di panggung ini sangat mengkhawatirkannya,” kata Sudarsana pedagang kuliner, saat ditemui, Denpasar, Minggu (20/1/2019).
Sementara itu Kepala Upt. Taman Budaya I Gusti Agung Ngurah Diputra, saat dikonfirmasi membenarkan untuk perbaikan Kalangan Ratna Kanda , belum bisa dilaksanakan. “Kita masih berupaya mengajukan anggaran perbaikan, kalau anggaran Taman Budaya jelas kekurangan, terlebih anggaran untuk perawatan saja masih banyak dibutuhkan,” ungkap Agung Diputra.
Pihaknya, hanya berharap perbaikan kalangan Ratnakada segera mendapat atensi dari pihak yang terkait karena sifatnya mendesak. Pasalnya, hajatan tahunan Pesta Kesenian Bali ( PKB) tak lama lagi akan digelar selama sebulan penuh. “Kami tetap mengajukan ke Bapeda, masalah kapan bisa direalisasikan kami jelas belum tahu, kami berharap segera dilakukan perbaikan,” tandasnya.
Selain perbaikan kalangan Ratnakanda , Agung Diputra juga menyangsikan bangunan lainnya di Taman Budaya. Sejak digarap tahun 1973 silam, hingga sekarang , sejumlah bangunan seperti Panggung Ardha Candra, Gedung Ksirarnawa belum pernah dilakukan peremajaan. “Dari segi usia , bangunan Taman Budaya ini cukup lama 46 tahun, kondisinya perlu dilakukan uji kekuatan bangunan, apakah layak digunakan atau tidak,” ungkapnya.
Lanjut Diputra, khususnya Panggung Ardha Candra , berkapasitas 7.000 penonton, bahkan terkadang melebihi kapasitas, seperti saat Parade Gong Kebyar senantiasa dibanjiri penonton. Secara fisik bangunan ini beberapa ada yang mulai rapuh atau retak, hal ini perlu dilakukan pengujian. “Apakah layak digunakan , karena menyangkut keamanan dan resiko bagi pengunjung,” pungkasnya. (jus/*KB).

















