30 Bendahara KDMP Tabanan Digembleng Ikuti Pelatihan-Sertifikasi Peningkatan Kompetensi

TABANAN, Kilasbali.com – Sebanyak 30 bendahara Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dari Kabupaten Tabanan menjalani program pelatihan dan sertifikasi peningkatan kompetensi di Kuta, Kabupaten Badung.
Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali selama empat hari sejak Senin (26/10) tersebut menjadikan Tabanan sebagai kabupaten pertama yang menggelar penguatan tata kelola keuangan koperasi pedesaan secara profesional.
Program pelatihan Angkatan I ini difokuskan untuk menyamakan persepsi serta kecakapan administrasi para bendahara desa, mengingat tingkat pemahaman para pengelola KDMP di lapangan saat ini masih bervariasi.
Posisi bendahara dinilai memegang peranan vital dalam memastikan seluruh sistem pencatatan serta pembukuan anggaran berjalan tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai regulasi.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM-Naker) Tabanan, I Gede Nengah Sugiarta menerangkan, peningkatan kapasitas perbendaharaan sangat penting agar tata kelola keuangan organisasi berjalan seragam di setiap desa.
“Karena itu, pemahaman mereka perlu disamakan, mulai dari tugas, kewenangan, hingga pembukuan,”** ujar Sugiarta pada Jumat (30/10).
Sugiarta mengungkapkan, panitia sebenarnya menyiapkan alokasi kuota hingga 50 peserta pada angkatan perdana ini.
Namun, karena jadwal pemanggilan dari tingkat provinsi tergolong relatif mendadak, jumlah pengurus yang berkesempatan hadir baru mencapai 30 orang.
Selama masa pembekalan, para peserta menerima pemaparan materi dari pakar perkoperasian Bali yang diakhiri dengan uji kompetensi langsung melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Melalui mekanisme pengujian bersertifikat tersebut, para bendahara diharapkan tidak hanya menguasai konsep dasar perkoperasian, melainkan juga piawai menerapkan standar operasional baku dalam tugas harian mereka.
“Dengan tahapan tersebut, kami harapkan kemampuan peserta semakin meningkat, tidak hanya dalam memahami teori, tetapi juga dalam menjalankan tugas perbendaharaan sesuai standar yang berlaku,” tandasnya.
Ia membeberkan, saat ini seluruh 133 KDMP yang tersebar pada wilayah pedesaan di Tabanan telah resmi beroperasi, meski tingkat kemajuannya masih beragam di mana sebagian masih mengoperasikan satu gerai usaha.
Karena itu, pembenahan kualitas SDM perbendaharaan menjadi fondasi utama agar seluruh koperasi desa tidak hanya mampu bertahan berdiri, tetapi juga berkembang pesat menopang kesejahteraan dan roda perekonomian krama desa. (c/kb)

















