Krisis BBM Ganggu Aktivitas Warga, Mahayastra Desak Penanganan Menyeluruh

GIANYAR, Kilasbali.com – Bupati Gianyar I Made Mahayastra mendesak pemerintah segera menuntaskan krisis bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU di Bali.
Ia mengaku prihatin melihat masyarakat harus mengantre berjam-jam, bahkan sejak dini hari, demi mendapatkan BBM.
Selama empat hari terakhir, antrean kendaraan dilaporkan terjadi sejak pukul 04.00 Wita. Kondisi memprihatinkan terlihat di kawasan Tengayusa, Ubud, ketika pengendara terpaksa menunggu meski SPBU belum buka atau stok BBM telah habis.
“Hati saya sangat terenyuh melihat antrean kendaraan bahkan telah terjadi sejak pukul 04.00 Wita, dengan kondisi terparah di kawasan Tengayusa (Ubud). Pengendara terpaksa menunggu berjam-jam di SPBU walau SPBU-nya belum buka, kehabisan stok,” ujar Mahayastra, Kamis (15/10).
Politikus PDI Perjuangan asal Payangan tersebut menegaskan, krisis BBM harus segera diatasi karena dampaknya tidak hanya menyulitkan masyarakat mendapatkan bahan bakar, tetapi juga memicu kemacetan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. “Kami mendesak agar penanganan krisis BBM segera dituntaskan,” tegasnya.
Mahayastra mengapresiasi masyarakat yang tetap sabar dan tertib saat mengantre. Namun, ia berharap upaya penanganan segera membuahkan hasil.
Pemerintah daerah juga melakukan penyesuaian aktivitas, termasuk melalui kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Ia berharap persoalan tersebut dapat ditangani dengan target pada 17 Oktober. Untuk mendorong percepatan penanganan, Mahayastra berencana menyurati Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar krisis BBM mendapat perhatian serius.
Menurutnya, persoalan ini perlu ditangani secara menyeluruh. Selain memastikan kelancaran distribusi, penyebab krisis juga harus ditelusuri agar pasokan BBM kembali normal dan antrean kendaraan segera terurai.
“Hal ini perlu penanganan menyeluruh agar pasokan BBM kembali normal, antrean kendaraan dapat diurai, dan aktivitas masyarakat tidak terus terganggu,” pungkasnya. (Ina/kb)


















