BBM Langka Usik Seluruh Sektor

GIANYAR, Kilasbali.com – Langkanya bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya berdampak pada antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Hingga Selasa (13/10), dampaknya pun semakin melebar. Hampir seluruh sektor terusik, terutamanya aktivitas pariwisata. Kawasan Ubud langsung lenggang, diwarnai pemandangan mobil dan motor mati kehabisan.
Pantauan dari perbatasan Denpasar- Gianyar di Kecamatan Sukawati, terpantau antrean kendaraan di sembilan SPBU. Mengantisipasi kemacetan di Jalan raya sejumlah personil kepolisian pun diturunkan. Tumpukan kendaraan parah mulai terjadi Senin malam dan hingga Selasa Siang justru semakin parah. Ironis SPBU yang BBM sudah habis pun masih ditongkrongin tumpukan kendaraan.
Kapolsek Sukawati, Kompol I Nyoman Wiranata, S.H., mengungkapkan pihaknya menurunkan 15 personel diterjunkan bersama Bhabinkamtibmas untuk memantau situasi serta mengantisipasi gangguan keamanan dan kemacetan lalu lintas.
Dari hasil pemantauan, empat SPBU terpantau mengalami antrean panjang, yakni SPBU Batubulan, SPBU Manyar Ketewel di Jalan By Pass Ida Bagus Mantra, SPBU Kemenuh, dan SPBU Dentiyis Batuan.
Antrean kendaraan di SPBU Batubulan bahkan menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Raya Batubulan tersendat hingga sekitar tiga kilometer. Kondisi serupa juga terpantau di kawasan SPBU Manyar Ketewel, Kemenuh, dan Dentiyis Batuan.
Sementara itu, lima SPBU lainnya tidak mengalami antrean panjang. Hal ini antara lain karena stok BBM di lokasi tersebut dilaporkan kosong. ” Kami memantau dan melaksanakan pengamanan untuk mengantisipasi dampak antrean kendaraan terhadap kelancaran lalu lintas serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ungkapnya.
Selain menempatkan personel di lokasi yang mengalami antrean panjang, Bhabinkamtibmas juga melakukan pemantauan di wilayah binaan masing-masing guna mengetahui perkembangan situasi secara langsung.
Langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan jajarannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas dan gangguan ketertiban umum. ” Kami minta masyarakat agar tetap tertib saat mengantre BBM, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta tidak menghambat arus lalu lintas demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” harapnya.
Sementara itu, situasi di Kawasan Ubud terlihat lenggang. Padatnya kendaraan yang sebagian besar kendaraan jasa transport kini tidak terlihat lagi. Demikian juga di setiap sekolah menengah pertama, pelayanan transportasi siswa pun ikut terusik karena langkanya BBM. Kondisi ini pun semakin ketoktular hanya lantaran dalih terganggu distribusi dari pihak pertamina. (ina/kb)

















