
DENPASAR, Kilasbali.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengamankan 69 kapal pencuri ikan di perairan Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo di Denpasar Kamis (13/8/2020).
Menurut Edhy Prabowo, kapal ikan yang mencuri di perairan Indonesia paling banyak berasal dari negara Vietnam yakni sebanyak 28 kapal. Kedua ada Malaysia, namun kebanyakan kapal Malaysia ABK nya berasal dari Indonesia. Kemudian disusul Taiwan dan Philipina.
Edhy Prabowo mengaku akan mengadakan pertemuan dengan para duta besar dari negara tetangga di Asean ini, guna membahas dan menawarkan berbagai opsi kerjasama supaya tidak ada lagi nelayan dari negara tetangga mencuri ikan di perairan Indonesia.
Menteri Kelautan dan Perikanan juga menjelaskan, 69 kapal ikan berbendera asing yang diamankan saat ini, telah ditangkap dari saat dirinya dilantik sebagai menteri 8 bulan yang lalu.
Guna mengantisipasi pencurian ikan di laut Indonesia, kedepan pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Menteri Pertahanan terkait peningkatan pengawasan pertahanan laut.
Menhan juga akan memberi bantuan berupa hibah beberapa kapal yang berasal dari beberapa negara, serta bantuan perangkat teknologi satelit yang real time.
“Hal ini juga sesuai dengan tugas dari Bapak Presiden untuk menjaga laut, jalin komunikasi, menguatkan, dan tidak boleh sejengkalpun dikuasai asing,” pungkasnya.(sgt/kb)

















