KPU Tabanan Dampingi Pemilos Serentak 73 Sekolah

TABANAN, Kilasbali.com – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Tabanan memberikan pendampingan langsung dalam pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) serentak yang digelar di 73 sekolah di wilayah Tabanan pada Rabu (21/10).
Pengawalan teknis dari lembaga penyelenggara pemilu tersebut mencakup seluruh rangkaian prosedural, mulai dari tahapan pemutakhiran data pemilih, pendaftaran pasangan calon, pengelolaan logistik di tempat pemungutan suara (TPS), hingga proses penghitungan suara.
Keterlibatan langsung KPUD Tabanan dalam Pemilos jenjang SMP/MTs serta SMA/SMK/MA ini dirancang sebagai sarana edukasi politik praktis bagi generasi muda.
Melalui pendampingan ini, para siswa diajak memahami secara utuh bahwa gelaran demokrasi tidak sekadar berfokus pada momen pencoblosan di TPS, melainkan membutuhkan akuntabilitas pendataan dan transparansi di setiap tahapannya.
Komisioner KPU Tabanan Divisi Sosialisasi dan Pemilih, Ni Putu Suaryani, membeberkan bahwa simulasi demokrasi berskala besar ini bertujuan untuk membekali para siswa dengan pengalaman tata kelola pemilu yang jujur dan adil.
“Poinnya Pemilos serentak ini sarana pembelajaran demokrasi yang memberikan pengalaman langsung kepada pelajar tentang proses memilih pemimpin,” ujar Suaryani.
Berdasarkan data rekapitulasi KPUD Tabanan, Pemilos serentak ini diikuti oleh 47 sekolah jenjang SMP/MTs dengan keterlibatan 117 pasangan calon serta 26 sekolah jenjang SMA/SMK/MA yang mengusung 58 pasangan calon.
Dengan demikian, terdapat total 175 pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS yang bersaing memperebutkan kepemimpinan organisasi siswa di masing-masing sekolah.
Dari sisi partisipasi pemilih, tercatat sebanyak 38.783 siswa menggunakan hak suaranya, yang terdiri atas 17.414 pemilih di tingkat SMP/MTs dan 21.369 pemilih di tingkat SMA/SMK/MA.
Untuk melayani gelombang pemilih yang cukup masif tersebut, KPU Tabanan memfasilitasi pembentukan 313 TPS yang tersebar di lingkungan sekolah pelaksana, yakni 79 TPS untuk jenjang SMP/MTs dan 234 TPS untuk jenjang SMA/SMK/MA.
Suaryani menekankan pentingnya pemahaman teknis penyelenggaraan pemilu agar para peserta didik memiliki kesadaran kritis terhadap pentingnya akurasi data dalam setiap ajang pemilihan publik.
“Data-data pemilih, TPS, pasangan calon ini juga kami jelaskan kepada para siswa. Sehingga mereka paham bahwa dalam proses demokrasi tidak semata soal pemungutan suara. Namun pendataan juga sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Melalui pendampingan terstruktur ini, pihak penyelenggara berharap para pelajar tidak hanya menghasilkan sosok pemimpin organisasi siswa yang memiliki legitimasi, tetapi juga mampu menyerap nilai-nilai kedewasaan berdemokrasi.
Para siswa dilatih untuk menilai program kerja calon secara rasional, menghargai keberagaman pandangan politik, serta bersikap legawa dalam menerima keputusan akhir.
“Yang terpenting adalah para siswa juga belajar menerima hasil pemilihan melalui proses yang demokratis,” ujar Suaryani. (c/kb)

















