
TABANAN, Kilasbali.com – Fraksi Partai Golkar DPRD Tabanan mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan untuk menjamin pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kecamatan, menyusul Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 yang diproyeksikan mengalami surplus.
Seruan tersebut disuarakan dalam Rapat Paripurna dalam penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap RAPBD 2027 pada Kamis (8/10).
Ketua Fraksi Golkar DPRD Tabanan, I Ketut Budi Adnyana, menegaskan bahwa kelebihan anggaran dalam RAPBD 2027 harus dimanfaatkan secara proporsional untuk menata fasilitas pusat kegiatan (civic center) di setiap kecamatan.
Pihaknya meminta jajaran eksekutif tidak memfokuskan alokasi anggaran penataan kawasan hanya di wilayah ibu kota kabupaten.
“Jangan fokus pembangunan hanya di pusat kota saja. Wajah-wajah kecamatan juga ditata,” ujar Budi Adnyana, Kamis (8/10).
Ia mencontohkan kondisi infrastruktur publik di Desa Megati sebagai ibu kota Kecamatan Selemadeg Timur.
Di wilayah perbatasan tersebut, fasilitas pejalan kaki mengalami kerusakan parah sepanjang hampir satu kilometer sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan krama setempat.
Kerusakan berupa trotoar yang jebol selama bertahun-tahun tersebut membentang dari kawasan perbatasan Desa Megati hingga ke area Kantor Camat Selemadeg Timur.
“Kiri kanannya hingga ke Kantor Camat Selemadeg Timur. Itu kan jebol. Tidak ada trotoar,” tegasnya.
Atas dasar pertimbangan tersebut, Fraksi Golkar mendesak Pemkab Tabanan memberi perhatian khusus pada penataan sarana umum di kecamatan melalui alokasi anggaran surplus pada 2027 mendatang.
“Supaya di 2027 dengan adanya surplus agar mendapatkan perhatian,” tambah Budi Adnyana.
Menanggapi masukan legislatif tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengonfirmasi komitmen pemerintah daerah untuk terus menjalankan pola pembangunan secara merata di seluruh kawasan Tabanan.
Sanjaya menerangkan bahwa penataan ibu kota tetap diperlukan karena menjadi pusat perkantoran dan wajah daerah, sedangkan pembangunan di wilayah desa direalisasikan melalui pemenuhan fasilitas dasar, arena olahraga, serta sarana umum lainnya.
“Seperti yang berkali-kali saya bilang menata kota, membangun desa,” kata Sanjaya.
Ia pun mengapresiasi perhatian Fraksi Golkar dan menegaskan bahwa masukan terkait pembenahan fasilitas umum dan sosial di tingkat kecamatan akan menjadi catatan pengingat bagi jajaran pemerintah daerah.
“Saya apresiasi tadi sempat disinggung soal itu. Diingatkan kembali menata kecamatan lain-lain. Ada lapangan. Fasos fasum. Saya apresiasi masukan itu. Kita diingatkan,” pungkas Sanjaya. (c/kb)

















